INJIL KARANGAN MARKUS

Rangka Mrk adalah paling tidak sistematik. Pembukaan injil merangkum pewartaan oleh Yohanes Pembaptis, baptisan Yesus dan pencobaanNya di padang gurun, 1:1-13; kemudian beberapa petunjuk tentang karya Yesus di Galilea, 1:14-7:23; menyusullah perjalanan Yesus bersama murid-muridNya ke daerah Tirus dan Sidon, ke Dekapolis, di kawasan Kaisarea Filipi, lalu Yesus kembali ke Galilea, 7:24 – 9:50. Akhirnya sebuah perjalanan lain melalui daerah Perea dan kota Yerikho menuju Yerusalem hendak menempuh sengsara dan kebangkitan, 10:1 – 16:8. Tanpa berkata tentang urutan kejadian-kejadian secara terperinci nampaklah rangka tersebut agak dibuat-buat. Sebab mungkin sekali, sebagaimana dibuktikan injil keempat, bahwa Yesus beberapa kali pergi ke Yerusalem sebelum Paskah-sengsara. Namun demikian garis-garis besar Mrk memperlihatkan suatu perkembangan yang perlu dipertahankan, baik karena nilai historisnya maupun karena makna teologisnya. Mula-mula Yesus disambut baik oleh rakyat yang semangatnya berkobar-kobar; lalu martabatNya sebagai Mesias yang sederhana dan rohani belaka mengecewakan harapan rakyat yang semangatnya menjadi kendor: lalu Yesus meninggalkan daerah Galilea mencurahkan perhatian untuk mendidik sekelompok kecil murid-murid yang setia; tanpa syarat mereka akhirnya mengakui Yesus sejak pernyataan Petrus di Kaisarea Filipi; ini titik balik yang memutuskan: semenjak itu segala sesuatunya diarahkan ke Yerusalem; akibat perlawanan yang semakin menjadi, maka di Yerusalem terlaksanalah drama sengsara, yang akhirnya dimahkotai oleh tanggapan Allah yang menang, yakni kebangkitan.

Injil kedua ini terutama menaruh perhatiannya pada Yesus sebagai sebuah paradoks: oleh manusia Ia tidak diterima, bahkan ditolak, meskipun diutus oleh Allah dan oleh karena Allah, akhirnya menang juga. Mrk tidak begitu berminat terhadap pengajaran Yesus, sehingga hanya sedikit perkataan Yesus dimuatnya. Pokok utamanya ialah: pernyataan Mesias yang disalibkan. Dari satu pihak Mrk memperlihatkan Yesus sebagai Anak Allah yang diakui oleh Bapa sendiri, 1:11; 9:7, oleh setan-setan, 1:24; 3:11; 5:7, dan bahkan oleh manusia, 15:39; sebagai Mesias yang meng-hak-i sebuah martabat ilahi, 14:62; dan melebihi malaikat, 13:32; yang menganggap diriNya berkuasa untuk mengampuni dosa, 2:10, sebagaimana dibuktikanNya dengan membuat mujizat, 1:31; 4, 41 dll, mengusir roh-roh jahat, 1:27; 3:23; dll. Tetapi di lain pihak Mrk sangat menonjolkan bahwa Yesus rupanya gagal di antara manusia: rakyat mengejek Yesus dan kesal hati terhadapNya, 5:40: 6:2 dst; permusuhan dari pihak pemimpin-pemimpin Yunani, 2:1 – 3:6; dll; bahkan murid-murid tidak sampai memahami Yesus, 4:13+; perlawanan yang membawa ke penghinaan salib. Justru batu sandungan itulah yang ingin dijelaskan oleh Mrk, tidak hanya dengan memperlawankan­nya dengan kemenangan terakhir dalam kebangkitan, tetapi juga dengan memperlihatkan bahwa haruslah terjadi demikian, menurut rencara rahasia Allah. Haruslah Kristus menderita untuk menebus manusia, 10:45; 14:24; demikianlah dinubuatkan oleh Alkitab, 9:12; 14:21, 49, dan Yesus sendiri juga menandaskan bahwa jalan perendahan dan sengsara harus ditempuh baik oleh Yesus sendiri, 8:31; 9:31; 10:33 dst, maupun oleh pengikut-pengikutNya, 8:34 dst; 9:35; 10:15, 24 dst, 39; 13:9-13. Hanya pengharapan Yahudi akan seorang Mesias pejuang dan pemenang kurang siap untuk menerima keterangan-keterangan semacam mengenai penderitaan dan penyangkalan diri. Itulah sebabnya maka Yesus untuk menghindarkan timbulnya semangat yang kurang tepat menyembunyikan mujizat-mujizatNya, 5:43; dll, dan diriNya sendiri, 7:24: 9:30. Dari sebutan Mesias. 8:29 dst, yang terlalu berpautan dengan kemuliaan manusiawi, Yesus mengutamakan sebutan lebih sederhana dan lebih samar-samar, yaitu “Anak Manusia”, 2:10, dll; bdk Mat 8:20+. Itulah yang disebutkan sebagai “rahasia Mesias”, Mrk 1:34+. Memang benar juga “rahasia” itu dijadikan oleh Mrk sebagai pokok utama injilnya. Tetapi ini bukan buah daya khayalnya sendiri. Sebaliknya Markus telah menyelami kenyataan terdalam dalam jalan hidup Yesus yang penuh sengsara. Dan justru kenyataan itulah yang dibentangkan Mrk di hadapan kita dengan disinari cahaya iman yang secara definitip diteguhkan oleh kemenangan Paskah.